Selasa, 27 Juli 2010

PENINGKATAN EKONOMI

POHON Jabon, relatif belum dikenal petani yang berkecimpung dalam budidaya tanaman keras di daerah. Padahal, pohon bernama latin antochepalus cadamba memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

Batang kayu pohon Jabon antara lain bisa dimanfaatkan untuk bahan baku kayu lapis, vinir, wood parking, papan tripleks, furniture. Bahkan, konon kayu yang dihasilkan tersebut kualitasnya lebih bagus daripada pohon sengon.

Paling tidak, Jabon bisa menjadi alternatif bagi petani untuk mengganti tanaman sengon yang terserang penyakit karat tumor.

Untuk mengenalkan pohon Jabon, ASHIRA JABON MANDIRI bekerja sama dengan warga telah melaksanakan penanaman pertama pohon Jabon di beberapa Kecamatan di Kabupaten Ciamis, Cilacap juga kabupaten lainnya. Rencananya, pohon berdaun lebar ini hanya akan ditanam di lahan seluas 50 hektare yang tersebar di Desa Ciherang, padaherang, serta Banjarsari. Lokasi penanaman adalah lahan milik warga, namun atas dasar permintaan masyarakat akan tanaman jabon tersebut kami sudah sedang menanam sekitar 120 hektar berkisar 100.000 pohon di lahan masyarakat petani binaan.

Menurut Jajang Duraman dan Banny, selaku pengelola ASHIRA JABON MANDIRI, penanaman Jabon merupakan program pembangunan hutan rakyat yang bermitra dengan instansinya.

Masyarakat menaman pada lahan milik mereka, sedangkan ASHIRA JABON MANDIRI membantu bibit dan pemupukan. Tanaman Jabon dipilih karena cepat tumbuh (dalam waktu sekitar 5 tahun, bisa dipanen dengan diameter batang pohon di atas 30 cm dan memiliki tinggi hingga 18 meter).

Tanaman mempunyai batang silinder, dengan tingkat kelurusan yang relatif bagus dan tak perlu memangkas dahan, karena bersifat menggugurkan daunnya sendiri. Tanaman memiliki kayu berwarna putih kekuningan, tekstur halus, dan mudah dikupas. ’’Kualitas pohon cenderung lebih bagus, daripada pohon sengon. Dalam kurun lima tahun, petani diperkirakan mampu meraup keuntungan ratusan juta, dengan menaman Jabon di lahan seluas satu hektare. Kalau dalam setiap hektarenya menghasilkan kayu 700 m3, keuntungan yang didapat mencapai Rp 700 juta,’’.

Pihaknya optimistis, tanaman Jabon memiliki prospek bagus ke depan. Terlebih kebutuhan kayu di Indonesia saat ini sekitar 18 juta m3 per tahun, sementara produksi kayu yang tersedia setiap tahunnya berkisar 9 juta m3.

Kondisi di lapangan, sebagian masyarakat di wilayah Kabupaten Ciamis, Cilacap, Wonosobo dan sekitarnya, yang selama ini menanam sengon, seolah menjadi khawatir meneruskan budidaya tanaman tersebut. Hal ini setelah, tanaman sengon banyak yang terserang tumor karat.

Pohon usia muda dan dewasa yang terserang penyakit ’’daging tumbuh’’ di dahan sengon itu, hampir dipastikan akan kering dan mati. Sedangkan, sejauh ini belum ada obat tanaman untuk penyakit itu.

’’Jabon mudah tumbuh di lahan dengan ketinggian maksimal 1.300 meter di atas permukaan laut, serta tidak memerlukan perlakukan khusus, tahan terhadap penyakit karat tumor. Kami siap menerima konsultasi secara langsung dengan datang ke Kantor "ASHIRA JABON MANDIRI " di Jalan Raya Pangandaran, Ciherang, Banjarsari, Ciamis - Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar